Di antara mawar fana merah jambu kesukaanmu
Aku tenggelam dan hampir membisu
Terperangkap dalam kronologi yang tidak palsu
Memaksa damai-damai yang palsu
Sukacita-sukacita palsu
Sebagai lambang frustasi dan luka yang menjadi satu
Aku tenggelam dan hampir membisu
Terperangkap dalam kronologi yang tidak palsu
Memaksa damai-damai yang palsu
Sukacita-sukacita palsu
Sebagai lambang frustasi dan luka yang menjadi satu
Maka harapanku tinggallah satu
air Tuhan tercurah dari langit biru
Untuk menghapuskan debu-debu semusim lalu
dan, menjadikan petricor dalam aromamu
menantang lurus aliran-aliran syaraf yang berliku
Dan jikalau engkau setuju
Maka senyuman adalah doa pembuka kalbu
Dan di sanalah tuan batu akan bermazmur dalam pagi harimu
Menyatukan inspirasi dalam raga dan jiwamu
Meluluhkan sifat-sifat batu
Dan hal-hal bodoh itupun akan menjadi lucu
Meresap di antara mawar fana merah jambu kesukaanmu
Dan melenturkan saraf-saraf yang kaku
Dan jikalau engkau mau
Maka tatapan mata adalah media penutup yang bisu
Sebab di sanalah aku akan bersukacita di dalam senja harimu
Menyambut datangnya air Tuhan tercurah dari langit biru
untuk menyatukan jiwa dengan aroma petricormu
Dan menghapus debu-debu penghianatan di dalam sembilu
Di antara mawar fana merah jambu kesukaanmu
Sungguh, semoga inipun akan cukup waktu
Sebab segala sesuatu mungkin akan berakhir dan cepat berlalu
air Tuhan tercurah dari langit biru
Untuk menghapuskan debu-debu semusim lalu
dan, menjadikan petricor dalam aromamu
menantang lurus aliran-aliran syaraf yang berliku
Dan jikalau engkau setuju
Maka senyuman adalah doa pembuka kalbu
Dan di sanalah tuan batu akan bermazmur dalam pagi harimu
Menyatukan inspirasi dalam raga dan jiwamu
Meluluhkan sifat-sifat batu
Dan hal-hal bodoh itupun akan menjadi lucu
Meresap di antara mawar fana merah jambu kesukaanmu
Dan melenturkan saraf-saraf yang kaku
Dan jikalau engkau mau
Maka tatapan mata adalah media penutup yang bisu
Sebab di sanalah aku akan bersukacita di dalam senja harimu
Menyambut datangnya air Tuhan tercurah dari langit biru
untuk menyatukan jiwa dengan aroma petricormu
Dan menghapus debu-debu penghianatan di dalam sembilu
Di antara mawar fana merah jambu kesukaanmu
Sungguh, semoga inipun akan cukup waktu
Sebab segala sesuatu mungkin akan berakhir dan cepat berlalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar