• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

KARENA AGAPE MENOPANGKU

 on Selasa, 29 Desember 2015  

Gantungkanlah,cintaku setinggi langit,
letakanlah,didekat bintang tak bercahaya,
tutupilah,dengan awan kelabu,
jangan kau biarkan mentari terbit menyinari,
dan jangan kau halau badai yang datang,
biarlah menghempaskan panah sang amor.

cabut juga yg sudah menancap,
jangan perlahan,
tapi secepat senyumu,
dan sekuat hatimu,
juga sehebat akalmu,
sebab,darahnya sudah mengering,
bukan karena rasa keluh yg menerpa,
bukan juga karna anemia,
ataupun luka yg mnganga,
bukan juga karena Yemima Keiza Kerenhapukh,
tapi,seperti itulah adanya,

lalu jatuhkanlah kebumi,
hempaskanlah,kelapisan yang ketuju,
jangan perlahan,
tapi secepat senyumu,
dan sekuat hatimu,
juga sehebat akalmu,
sebab,tubuhku sudah penuh dengan morfin,
sarafku sudah sekuat menjalin,
kulitku sudah setebal tembok berlin,
tusukan bagai belaian,
gamparan bagai bagai pelukan,
pukulan hanya mengelikan,
sebab, Agape sudah menopangku,

rasa sakit hanyalah gurauan,
leyap bersama seyuman,
terbang menguap bagai asap perapian,
melayang tinggi menuju kehampaan,


kau tahu, aku sepenuh hati,
cintaku bukan di level under dog lagi,
bukan juga di level sark lagi,
tapi sudah melewati level Ace,diawal pagi

maka jatuhkanlah segera hai dewi,
jangan perlahan hati,
tapi secepat seyuman,diwaktu pagi,
karena aku pun bangkit lagi,

karena gembala sapi tidak lebih manis dari kelinci,
karena pastoer galau tidak lebih saleh dari kelinci,
begitu juga kyai haji tidak berbintang bagai kelinci,
mereka semua tidak semulus bulu kelinci,

walaupun aku bukan gembala sapi,pastoer galau,ataupun kyai haji,
tapi tetap saja aku tidak lebih baik dari kelinci.
tetap saja tak secerah noe aero pujaan hati

maka hempaskanlah,
tapi jangan perlahan.
tapi sekuat hatimu

sebab Agape sudah menopangku,
bukan Eros,
bukan juga Philia,

KARENA AGAPE MENOPANGKU 4.5 5 Dwi Cahyono Selasa, 29 Desember 2015 Gantungkanlah,cintaku setinggi langit, letakanlah,didekat bintang tak bercahaya, tutupilah,dengan awan kelabu, jangan kau biarkan m...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
J-Theme